Artikel Terbaru
Home » Posts filed under Diabetes tipe 2
Showing posts with label Diabetes tipe 2. Show all posts
Showing posts with label Diabetes tipe 2. Show all posts
Friday, October 25, 2013
Friday, October 25, 2013
- 0 Comments
Diabetes tipe 2 terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup untuk mempertahankan tingkat glukosa darah normal, atau tubuh Anda tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan (resistensi insulin). Pankreas (kelenjar besar di belakang perut) memproduksi hormon insulin, yang mengalirkan glukosa dari darah ke dalam sel, di mana glukosa diubah menjadi energi.
Diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang hanya terjadi pada orang dewasa. Penyebab utama dari jenis diabetes ini adalah obesitas atau kegemukan. Berikut ini adalah cara mencegah diabetes type 2.
- Asam lemak omega-3Asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam makanan seperti ikan, dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Konsumsi setidaknya satu porsi makanan laut sekali seminggu untuk mencegah diabetes type 2 ini.
- Kayu manisSeperti ditulis dalam penelitian di Journal of American Board of Family Medicine kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah. Selain itu, kayu manis juga kaya akan nutrisi yang disebut polifenol. Oleh karenanya, rempah-rempah beraroma ini dapat membantu insulin melakukan tugasnya dengan lebih efektif. Taburkan kayu manis bubuk ke dalam semangkuk oatmeal dan mulailah menyambut pagi Anda dengan menu sehat ini.
- Mengontrol berat badanSebuah studi baru yang diterbitkan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menyatakan bahwa dengan mengontrol berat badan, Anda bisa menurunkan resistensi insulin dan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Untuk mencegah diabetes, kita setidaknya membutuhkan dua setengah jam dalam seminggu untuk melakukan pembakaran glukosa melalui latihan kardio seperti berlari, bersepeda, atau berenang.
- SeratBatasi memakan atau meminum sesuatu yang manis untuk memperlambat aliran glukosa ke dalam darah. Ketika Anda menginginkan sesuatu yang manis, Anda bisa memilih buah yang kaya serat seperti raspberry atau pir. Dan mempertimbangkan untuk mulai mengonsumsi beras merah sebagai menu harian Anda. Makan dua porsi atau lebih beras merah dalam seminggu dapat menurunkan risiko diabetes sebesar 11 persen.
- StressStres kronis merupakan faktor risiko untuk berbagai penyakit serius, termasuk diabetes type 2. Ketika tubuh Anda merasakan stres, ia akan melepaskan hormon yang meningkatkan gula darah. Untuk itu, lakukan latihan pernapasan atau meditasi secara rutin, mendengarkan musik yang menenangkan atau mendapatkan pijatan yang dapat mengurangi hormon stres dan membantu menurunkan gula darah secara keseluruhan.
- Tidur yang cukupKurang tidur dapat memicu resistensi insulin, terutama bagi orang yang secara genetik cenderung terkena diabetes. Sebuah studi di University of Chicago menemukan bahwa mereka yang secara teratur tidur kurang dari enam jam setiap malam berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Cobalah untuk tidur setidaknya tujuh jam saat malam.
- Vitamin DVitamin D dapat menjadi faktor kunci dalam memerangi diabetes, khususnya diabetes tipe 2. Sebuah ulasan yang dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa orang yang kekurangan vitamin D berisiko terkena diabetes tipe 2. Konsumsi setidaknya 1.000 sampai 2.000 IU vitamin D per hari untuk mencegah diabetes tipe 2. Anda bisa menemukan kandungan vitamin ini dalam susu, ikan, atau suplemen.
Itulah beberapa cara mencegah diabetes tipe 2, semoga bermanfaat untuk anda. Ingatlah lebih baik mencegah daripada mengobati.
Wednesday, October 23, 2013
Wednesday, October 23, 2013
- 0 Comments
Diabetes tipe 2 terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup untuk mempertahankan tingkat glukosa darah normal, atau tubuh Anda tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan (resistensi insulin). Pankreas (kelenjar besar di belakang perut) memproduksi hormon insulin, yang mengalirkan glukosa dari darah ke dalam sel, di mana glukosa diubah menjadi energi.
Pada diabetes tipe 2, ada beberapa alasan mengapa pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup. Pada orang sehat, pankreas melepaskan insulin untuk membantu tubuh menyimpan dan menggunakan gula dari makanan yang Anda makan. Diabetes terjadi ketika salah satu dari hal berikut terjadi:
- Ketika pankreas tidak memproduksi insulin samasekali.
- Ketika pankreas menghasilkan sedikit insulin.
- Ketika tubuh tidak merespons dengan tepat terhadap insulin, suatu kondisi yang disebut "resistensi insulin".
Tidak seperti penderita diabetes tipe 1, penderita diabetes tipe 2 menghasilkan insulin, namun insulin tidak mensekresikan pankreas mereka dengan cukup baik atau tubuh tidak mampu mengenali insulin dan tidak menggunakannya dengan benar (resistensi insulin). Bila tidak ada cukup insulin atau insulin tidak digunakan sebagaimana mestinya, glukosa (gula) tidak bisa masuk ke sel-sel tubuh dan menumpuk dalam aliran darah. Ketika glukosa menumpuk dalam darah, itu menyebabkan kerusakan di beberapa bagian tubuh juga akan mengakibatkan sel-sel tidak mendapatkan glukosa yang mereka butuhkan, mereka tidak bisa berfungsi dengan baik.
Peran Insulin dalam Penyebab Diabetes Tipe 2
Tubuh Anda terdiri dari jutaan sel. Untuk membuat energi, sel-sel ini membutuhkan makanan dalam bentuk yang sangat sederhana. Ketika Anda makan atau minum, banyak makanan dipecah menjadi gula sederhana yang disebut "glukosa." Kemudian, glukosa diangkut melalui aliran darah ke sel-sel di mana dapat digunakan untuk menyediakan energi yang dibutuhkan tubuh untuk aktivitas sehari-hari.
Jumlah glukosa dalam aliran darah secara ketat diatur oleh insulin dan hormon lainnya. Insulin selalu dikeluarkan dalam jumlah kecil oleh pankreas. Bila jumlah glukosa dalam darah meningkat ke tingkat tertentu, pankreas akan melepaskan lebih banyak insulin untuk mendorong lebih banyak glukosa ke dalam sel. Hal ini menyebabkan kadar glukosa dalam darah (kadar glukosa darah) menurun. Orang dengan diabetes tidak bisa membuat insulin atau sel tubuh mereka tidak lagi mampu mengenali insulin, yang menyebabkan gula darah tinggi
Faktor Penyebab Diabetes Type 2
Diabetes tipe 2 diyakini memiliki link genetik yang kuat, yang berarti bahwa ia cenderung berjalan dalam keluarga. Beberapa gen sedang dipelajari yang mungkin berhubungan dengan penyebab diabetes tipe 2. Jika Anda memiliki salah satu dari faktor penyebab diabetes type 2 berikut, penting bagi Anda untuk meminta dokter Anda melakukan tes diabetes. Dengan diet diabetes yang tepat dan kebiasaan gaya hidup sehat, bersama dengan obat diabetes (jika diperlukan), Anda dapat mengelola diabetes tipe 2 seperti Anda mengelola area lain dari kehidupan Anda. Pastikan untuk terus mencari informasi terbaru tentang diabetes tipe 2 saat Anda menjadi advokat kesehatan Anda sendiri.
Faktor penyebab diabetes tipe 2 adalah sebagai berikut:
- Tekanan darah tinggi
- Kadar trigliserida darah tinggi
- Gestational diabetes atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 9 pon
- Diet tinggi lemak dan karbohidrat
- Asupan alkohol yang tinggi
- Gaya hidup
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Etnis: Kelompok-kelompok tertentu, seperti Afrika Amerika, penduduk asli Amerika, Hispanik Amerika dan Jepang-Amerika, memiliki risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 dibandingkan kulit putih non-Hispanik.
- Usia: Bertambahnya usia merupakan faktor risiko yang signifikan untuk diabetes tipe 2. Risiko mengembangkan diabetes tipe 2 mulai meningkat secara signifikan pada usia 45 tahun dan naik jauh setelah usia 65 tahun.
Tuesday, September 10, 2013
Tuesday, September 10, 2013
- 0 Comments
Diabetes tipe 2 (bahasa Inggris: adult-onset diabetes, obesity-related diabetes, non-insulin-dependent diabetes mellitus, NIDDM) merupakan tipe diabetes yang terjadi bukan karena disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen, termasuk yang mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10 dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin serta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati. Mutasi gen tersebut sering terjadi pada kromosom 19 yang merupakan kromosom terpadat yang ditemukan pada manusia
Diabetes tipe dua, yang diakibatkan oleh defisiensi sekresi insulin dan seringkali disertai dengan sindrom resistansi insulin,juga sering disebut silent killer karena memiliki gejala yang samar. Cara terbaik untuk memastikan semuanya adalah dengan melakukan tes gula darah, tapi hasil tes tunggal tidak pernah cukup untuk mendiagnosa diabetes (tes harus diulang). Namun sebelum melakukan tes sebaiknya anda mengetahui gejala-gejala diabetes type 2 dibawah ini:
1. Infeksi jamur
Diabetes akan menurunkan sistem kekebalan tubuh secara umum. Tubuh menjadi rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk infeksi jamur (candida). Jamur dan bakteri mampu berkembang biak secara pesat di lingkungan yang kaya gula. Perempuan, khususnya, perlu waspada terhadap infeksi candida seperti keputihan.
2. Kehilangan berat badan
Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan penurunan berat badan yang cepat. Karena hormon insulin tidak mampu mengirim glukosa ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi, tubuh mulai memecah protein dari otot-otot sebagai sumber energi alternatif. Disini ginjal juga bekerja ekstra untuk menghilangkan kelebihan gula, dan menyebabkan kehilangan kalori yang dapat membahayakan ginjal.
3. Kelaparan
Rasa lapar berlebihan adalah tanda lain dari diabetes type dua. Ini terjadi akibat kadar gula yang tinggi namun tidak dapat masuk ke dalam sel untuk digunakan dalam proses metabolisme. Ketika kadar gula darah tidak dapat masuk ke dalam sel, tubuh belum mendapatkan asupan makanan sehingga mengirim sinyal lapar untuk mendapatkan glukosa lebih banyak agar sel-sel dapat berfungsi.
4. Kelelahan dan mudah marah
Orang yang memiliki kadar gula darah tinggi, umumnya akan merasa tidak enak badan. Sering terbangun di malam hari untuk berkemih, akan membuat badan tidak segar keesokan harinya. Kondisi inilah yang membuat emosi orang tersebut menjadi lelah dan mudah marah.
5. Kesemutan dan mati rasa
Kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, bersama dengan rasa sakit terbakar atau bengkak merupakan tanda-tanda bahwa saraf sedang dirusak oleh diabetes. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan neuropati (kerusakan saraf) permanen.
6. Masalah kulit
Kulit gatal, dan kering, bisa menjadi tanda diabetes. Contoh lain adalah acanthosis nigricans yaitu penggelapan kulit di sekitar leher atau ketiak. Orang yang memiliki kondisi ini sudah mengalami proses resistensi insulin meskipun gula darah mereka mungkin tidak tinggi.
7. Penglihatan kabur
Penglihatan yang kabur atau sesekali seperti melihat cahaya berkedip merupakan akibat langsung dari kadar gula darah tinggi. Kadar glukosa tinggi mampu mengubah bentuk lensa dan mata. Kabar baiknya gejala ini reversibel (bisa kembali normal) saat kadar gula darah kembali atau mendekati normal. Namun, kadar gula yang tidak terkontrol akan menyebabkan kerusakan permanen, bahkan kebutaan.
8. Penyembuhan luka yang lambat
Infeksi, luka, dan memar yang tidak kunjung sembuh adalah tanda klasik diabetes. Hal ini terjadi karena pembuluh darah vena dan arteri rusak akibat jumlah glukosa berlebih. Kondisi ini membuat darah sulit menjangkau daerah-daerah tubuh yang luka untuk memfasilitasi proses penyembuhan.
9. Sering buang air kecil dan haus berlebihan
Sering terbangun malam hari untuk buang air kecil bisa menjadi gejala diabetes. Pada kondisi ini, ginjal bekerja sangat aktif untuk menyingkirkan kelebihan glukosa dalam darah. Sedang rasa haus yang berlebihan adalah respon tubuh untuk mengisi cairan yang hilang akibat sering buang air kecil. Kedua gejala ini berjalan seiring sebagai mekanisme tubuh untuk menurunkan kadar gula darah.
Itulah 9 gejala diabetes tipe 2 yang bisa kami informasikan. Jika anda memiliki gejala-gejala seperti diatas, sebaiknya segera periksakan diri ke pusat layanan kesehatan atau dokter terdekat.
Sunday, August 25, 2013
Sunday, August 25, 2013
- 0 Comments
Diabetes tipe 2 (bahasa Inggris: adult-onset diabetes, obesity-related diabetes, non-insulin-dependent diabetes mellitus, NIDDM) merupakan tipe diabetes yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen, termasuk yang mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10 dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin serta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati. Mutasi gen tersebut sering terjadi pada kromosom 19 yang merupakan kromosom terpadat yang ditemukan pada manusia.
Pelajari lebih lanjut tentang diabetes tipe 2 ini:
Semoga artikel-artikel tentang diabetes tipe 2 ini bermanfaat untuk anda.
Subscribe to:
Posts (Atom)




